Tampilkan postingan dengan label pandangan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandangan hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Tumbuh Dewasa


Tumbuh menjadi orang dewasa adalah sesuatu alami. Semua orang pasti akan mengalami hal itu jika Allah memberikan umur panjang yang cukup dalam hidup manusia. Membicarakan masalah orang dewasa tidak akan ada habisnya. Setiap hari setiap waktu seolah-olah masalah silih berganti.
Berbeda dengan masa kecil seseorang yang umumnya diisi dengan bermain riang gembira. Masa kecil adalah masa kita untuk bermain dan belajar. Hal yang menurut saya paling indah di dunia ini. Kita bisa mengisi hari-hari dengan perasaan riang gembira tanpa beban. Tidak penting bagaimana kondisi sekitar yang penting ketika mood untuk bermain atau belajar bagus maka anak-anak akan dengan sepenuh hati bermain dan belajar. Dalam bermain dan belajar akan terjadi komunikasi dengan teman-temannya. Komunikasi yang terjadi karena mereka secara langsung memiliki komunitas yang terbentuk dari bermain atau belajar. Sehingga proses komunikasi benar-benar terjadi secara alami. Anak-anak akan terus berkembang dari hari ke hari. Meskipun mereka lebih banyak bermain daripada belajar. Karena sejatinya bermain juga memiliki unsur pembelajaran bagi anak. Begitu juga sebaliknya ketika mereka belajar pun ada unsur permainan. Memang saat usia anak-anak adalah masa seimbang yang sangat indah karena emosi anak mampu mewarnai kehidupan. Sampai mereka semakin tumbuh dan berkembang masa anak-anak yang telah terlewat akan menjadi kenangan indah sekaligus menjadi pondasi kecerdasan secara emosional dan kecerdasan intelektual mereka dalam proses tumbuh dewasa.

Peran Politik dalam Membangun Karakter Bangsa


Politik dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua mengenal istilah politik, karena politik memang ada dan dekat diantara kita. Sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki pemerintahan demokrasi kita bebas untuk menyatakan pendapat. Apapun yang menjadi keputusan adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Hal ini sedikit banyak memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk bijak dalam memberikan suaranya. Selain itu juga memberikan pelajaran bagi kelompok yang menang untuk konsisten dengan pendapatnya dan untuk kelompok yang kalah untuk dapat menerima kekalahan.
Jika dalam pelaksanaannya politik banyak disalahgunakan sehingga ada pendapat bahwa politik adalah hal yang lebih banyak negatifnya daripada positifnya.
Kalau memang demikian maka kita seharusnya tahu bahwa tugas setiap warga negara adalah untuk melaksanakan sebuah organisasi yaitu negara dengan sepenuh hati tanpa motivasi lain kecuali untuk persatuan. Politik seharusnya menjadi solusi pemersatu bangsa bukan sebaliknya. Dalam politik harus ada nilai yang dijunjung tinggi yaitu profesionalisme, idealisme, pengorbanan, perjuangan, dan sportivitas. Apabila semua nilai ini dipahami dan dijalankan betul oleh setiap warga negara maka perlahan citra tentang politik akan  semakin membaik.
Namun memang dalam dunia politik yang sulit adalah terjadinya konflik yang berlarut-larut. Sebenarnya konflik adalah hal yang wajar. Setiap organisasi pasti mengalami konflik entah itu konflik eksternal maupun konflik internal. Namun yang sering terjadi adalah konflik yang dilebih-lebihkan dalam politik untuk kepentingan tertentu. Sehingga yang terjadi seperti yang saya katakan sebelumnya konflik yang berlarut-larut. Oleh karena itu perlu adanya manajemen konflik untuk mengatasi dan mengatur konflik yang terjadi dalam organisasi terutama organisasi politik. Karena dampak konflik bisa saja sangat tidak baik bagi masyarakat luas apabila dibiarkan terjadi berlarut-larut. Salah satu kekhawatirannya adalah terjadinya krisis kepercayaan pada pemimpin. Dalam hal ini pemimpin sangat memerlukan sebuah kepercayaan dari orang-orang yang dipimpinnya. Karena kepercayaan atas sebuah kepemimpinan dapat diartikan sebagai roh dan energi sebuah kepemimpinan. Tanpa kepercayaan yang baik maka kepemimpinan pun tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu kita semua harus menyadari bahwa politik, kepemimpinan, dan manajemen adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bernegara. Dan memang itulah yang dibutuhkan negara berdaulat. Lebih jauh lagi keselarasan dari semua faktor politik dan faktor-faktor lain pendukungnya akan membentuk karakter bangsa yang tangguh dan bertanggung jawab. Menjadi tugas kita pemuda, anak- anak, orang tua atau siapa pun kita sebagai agen perubahan.

Minggu, 30 Juni 2013

Konflik dan Pertunjukan Hidup


Pertunjukan itu tidak hanya ada di atas panggung. Kita hidup di dunia ini dalam kegiatan sehari hari selalu ada saja pertunjukan yang terjadi. Pertunjukan itu adalah konflik-konflik yang senantiasa hadir dalam keadaan seharian manusia dalam hidupnya baik dalam lingkungan masyarakat atau lingkungan kerja. Konflik yang terjadi layaknya pertunjukan bagi orang lain yang tidak terlibat. Mereka yang melihat konflik merasa cukup terhibur dengan konflik yang terjadi, mungkin karena rutinitas yang membosankan yang menjadi pemicu mereka berperilaku seperti itu.
Gejala demikian sudah umum terjadi selain karena rutinitas yang membosankan masyarakat mengalami degradasi moral yang terjadi sedikit demi sedikit. Hal hal yang tadinya dianggap tabu sekarang menjadi bahan yang asik diperbincangkan. Seperti itulah beberapa faktor yang menjadi gejala degradasi moral di masyarakat.
Kita sebagai makhluk sosial harusnya menanggapi setiap konflik yang terjadi dengan bijak. Terlebih konflik yang menimpa orang - orang di sekitar kita. Jika kita hanya lebih peduli kepada golongan atau kelompok kita sendiri, yang terjadi adalah sikap skeptis dan apatis di lingkungan masyarakat. Hal itu sangat disayangkan mengingat masih banyak orang-orang di sekitar kita yang masih membutuhkan pertolongan baik secara moral atau materi. Apabila sikap negatif ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik yang lebih besar di samping konflik lain yang belum terselesaikan. Kemungkinan yang terburuk yang mengancam adalah memburuknya moral generasi penerus kita.
Harus kita sadari bahwa perlu adanya usaha untuk mengubah sikap kita yang menganggap konflik adalah sebuah pertunjukan. Konflik bukanlah pertunjukan yang bisa kita jadikan hiburan. Meskipun konflik itu alami atau dibuat buat, tidak sepatutnya kita memperlakukannya demikian. Kita harus mengetahui motiv dibalik konflik itu sendiri. Jika memang kita merasa terlibat secara tidak langsung maka sepatutnya kita turut membantu dalam penyelesaian. Untuk itu perlu adanya manajemen konflik untuk mengatasi dan mengatur konflik yang terjadi, namun biasanya ini diberlakukan di sebuah perusahaan.
Perlu kita ketahui bahwa dari lingkunganlah akan timbul peluang terjadinya konflik dan perlu kita ketahui pula bahwa dari konflik pula kita bisa berkembang. Hal itu bisa terjadi apabila kita mau terus belajar dari pengalaman dan mau memperbaiki diri. Itu semua berawal dari diri sendiri.