Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Juni 2013
Patung Kayu di Depan Gedung
Patung itu kuat bertahan, diterpa sinar matahari yang menyengat dan diguyur air hujan.
Bersama dengan karya seni yang lain yang mungkin lebih baru dia tidak tertarik untuk dipindahkan kesana kemari.
Tidak seperti yang lain yang mungkin suka dipamerkan dia lebih memilih untuk dibiarkan meski terkadang diperhatikan.
Patung kayu yang semakin lama berada disana, semakin memantapkan perannya namun tidak menjadikan karya seni lainnya tidak bersinar, bahkan tak sungkan sinar itu ia berikan untuk kebaikan bersama,
Dan meski terkadang sulit menghadapinya patung itu selalu berusaha menemukan arti keberadaannya.
Patung itu tidak minta untuk dipuji setinggi langit, hanya lebih kepada bentuk keberadaan yang pasti.
Patung itu tidak tahu tentang prasangka para pengamat seni, yang ia tahu hanya ada kala seseorang bertanya dalam hati.
Meskipun tak mungkin patung itu untuk berdiri selamanya, namun patung itu akan menjadi identitas sudut tempat dimana ia berdiri.
Langit
Langit kau begitu indah dan kokoh tak seperti hatiku yang rapuh dan tak menentu
Langit, kau adalah ciptaan Tuhanku yang begitu sempurna
Tak terbatas oleh pandangan dan membentang hingga cakrawala
Langit, kau selalu nampak mempesona bercahaya di siang hari, dan berkilauan bintang di malam hari
Langit, engkaulah atap rumahku
Dengan memandangi mu cukup menenangkan hatiku yang gundah tak menentu
Langit, langitku
Langit aku ingin selalu bersamamu dalam perubahan waktu, saat kau begitu halus berubah dari terang benderang menjadi gelap gulita.
Langganan:
Postingan (Atom)