Minggu, 30 Juni 2013

Langit


Langit kau begitu indah dan kokoh tak seperti hatiku yang rapuh dan tak menentu
Langit, kau adalah ciptaan Tuhanku yang begitu sempurna
Tak terbatas oleh pandangan dan membentang hingga cakrawala
Langit, kau selalu nampak mempesona bercahaya di siang hari, dan berkilauan bintang di malam hari
Langit, engkaulah atap rumahku
Dengan memandangi mu cukup menenangkan hatiku yang gundah tak menentu
Langit, langitku
Langit aku ingin selalu bersamamu dalam perubahan waktu, saat kau begitu halus berubah dari terang benderang menjadi gelap gulita.

Konflik dan Pertunjukan Hidup


Pertunjukan itu tidak hanya ada di atas panggung. Kita hidup di dunia ini dalam kegiatan sehari hari selalu ada saja pertunjukan yang terjadi. Pertunjukan itu adalah konflik-konflik yang senantiasa hadir dalam keadaan seharian manusia dalam hidupnya baik dalam lingkungan masyarakat atau lingkungan kerja. Konflik yang terjadi layaknya pertunjukan bagi orang lain yang tidak terlibat. Mereka yang melihat konflik merasa cukup terhibur dengan konflik yang terjadi, mungkin karena rutinitas yang membosankan yang menjadi pemicu mereka berperilaku seperti itu.
Gejala demikian sudah umum terjadi selain karena rutinitas yang membosankan masyarakat mengalami degradasi moral yang terjadi sedikit demi sedikit. Hal hal yang tadinya dianggap tabu sekarang menjadi bahan yang asik diperbincangkan. Seperti itulah beberapa faktor yang menjadi gejala degradasi moral di masyarakat.
Kita sebagai makhluk sosial harusnya menanggapi setiap konflik yang terjadi dengan bijak. Terlebih konflik yang menimpa orang - orang di sekitar kita. Jika kita hanya lebih peduli kepada golongan atau kelompok kita sendiri, yang terjadi adalah sikap skeptis dan apatis di lingkungan masyarakat. Hal itu sangat disayangkan mengingat masih banyak orang-orang di sekitar kita yang masih membutuhkan pertolongan baik secara moral atau materi. Apabila sikap negatif ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik yang lebih besar di samping konflik lain yang belum terselesaikan. Kemungkinan yang terburuk yang mengancam adalah memburuknya moral generasi penerus kita.
Harus kita sadari bahwa perlu adanya usaha untuk mengubah sikap kita yang menganggap konflik adalah sebuah pertunjukan. Konflik bukanlah pertunjukan yang bisa kita jadikan hiburan. Meskipun konflik itu alami atau dibuat buat, tidak sepatutnya kita memperlakukannya demikian. Kita harus mengetahui motiv dibalik konflik itu sendiri. Jika memang kita merasa terlibat secara tidak langsung maka sepatutnya kita turut membantu dalam penyelesaian. Untuk itu perlu adanya manajemen konflik untuk mengatasi dan mengatur konflik yang terjadi, namun biasanya ini diberlakukan di sebuah perusahaan.
Perlu kita ketahui bahwa dari lingkunganlah akan timbul peluang terjadinya konflik dan perlu kita ketahui pula bahwa dari konflik pula kita bisa berkembang. Hal itu bisa terjadi apabila kita mau terus belajar dari pengalaman dan mau memperbaiki diri. Itu semua berawal dari diri sendiri.

Sabtu, 29 Juni 2013

Ketakutanku


Aku takut jika malaikat datang menanyakan tentang pahala atau amal baik ku di dunia. Karena aku merasa amal baik ku di dunia sangat kurang.
Begitu pula jika malaikat menanyakan tentang dosa atau keburukan yang ku perbuat. Aku takut karena terlalu banyak yang sudah ku perbuat.

Langit Merah di Malam Hari


Adakah arti langit merah di malam hari ini?
Yang kurasa hanya mengingatkan tentang sesuatu, bahwa benak ini sedang deras terlintas angan.
Yang ku tahu bahwa langit ini menandakan sesuatu, mungkin itu berujung hujan.
Yang ku tanya adakah hubungan dari semua ini? Tentu ada
Sebenarnya ketika waktu seakan berhenti, pandangan yang selalu berputar, otak keras bekerja dan memaknai nilai sentimentil.
Raga gerak tanpa makna bersama dalam kebersamaan, teringat satu warna menguji daya makna.
Malam ini dan malam sebelumnya, langit kah saksinya?
Roda rasa lambat oleh momentum, seakan kekurangan pelumas jiwa.
Malam sebelumnya dan esok adalah malam selanjutnya, tatap ku akan mencari...

Paras Wajah Seseorang di Sekitar Kita

Paras yang dimiliki wajah manusia memiliki karakternya masing-masing yang khas. Dan itu menjadikan identitas tersendiri bagi seseorang.
Saya pernah memiliki seorang teman waktu SMP yang memiliki paras cantik, namun hal itu baru saya sadari sekarang. Dia adalah seorang yang sederhana, dan setahu saya waktu smp dia juga memiliki kepribadian yang baik.
Rasanya aneh sekali kalau saya tiba-tiba teringat dengannya karena saya juga tidak memiliki kenangan khusus dengannya. Tetapi mungkin itu karena ketika saya menyadari telah terjadi perubahan pada parasnya yang semakin dewasa. Waktu telah menjadikan parasnya semakin cantik layaknya seorang wanita dewasa, berbeda dengan paras cantiknya ketika SMP. Dan itu semua saya sadari ketika melihat fotonya yang terbaru di Facebook.
Saya jadi teringat pernyataan seorang kakak kelas waktu SMP yang menilai dengan paras cantiknya saat ini dia merupakan "bibit unggul". Saya jadi tergelitik ketika mengingat pernyataan tersebut karena menurut saya yang masih polos ketika itu pernyatan tersebut tidak pantas untuk menilai seseorang. Namun setelah waktu berjalan sekian lama mungkin sekarang saya setuju. Meskipun dulu saya kurang sependapat dengan kakak kelas saya karena menurut saya teman saya itu biasa-biasa saja. Namun sekarang penilaian itu terbukti benar. Sekarang teman saya yang dari tadi saya ceritakan tapi sengaja tidak saya sebutkan namanya demi privasi menurut saya sangat cantik dan termasuk dalam kriteria wanita idaman.

Itulah pendapat dan cerita saya tentang paras seseorang. Mungkin bagi kita karakter seseorang dapat dilihat dari paras wajahnya. Namun itu semua kita kembalikan pada pendapat masing-masing. Terima kasih.

ITULAH MUSIK

musik apa yang kamu suka ?
lagu apa yang selalu terngiang di di kepala mu akhir-akhir ini?
dan lagu apa yang paling enak didengerin dalam momen tertentu?
ga perlu dijawab sob, pasti kamu sudah menjawabnya dalam hati secara langsung waktu kamu baca pertanyaan-pertanyaan itu.
Bagi kamu-kamu yang suka musik entah suka main dan dengerin musik atau sekedar suka mendengarkan musik, entah suka aliran musik tertentu atau suka beberapa aliran musik yang ada, dapat dipastikan kehidupan sehari-hari tidak jauh dari yang namanya musik.
Musik merupakan hiburan yang sangat masiv dari segi jumlah peminatnya. Para pecinta musik datang dari berbagai usia, dari anak-anak hingga dewasa. Musik juga merupakan sarana yang tepat untuk mengekspresikan diri. Bagi para musisi musik sudah seperti menjadi bagian dari jiwanya, karena dengan musik mereka dapat menyalurkan bakat musiknya dan dengan cara tersebut mereka dapat mengeskpresikan diri. Tersedianya sarana untuk mengekspresikan diri dapat membantu perkembangan seseorang secara psikologi.
Namun hal itu bukan hanya untuk musisi saja atau seseorang yang bisa bermain alat musik atau juga seseorang yang pintar bernyanyi saja, tetapi juga orang lain yang menjadi pendengar. Mengapa bisa demikian?
hal itu karena adanya pengaruh kuat dari sebuah musik atau lagu yang dapat mempengaruhi mood atau suasana hati seseorang. Jika sedang merasa sedih biasanya orang akan cenderung mendengarkan lagu sedih. Atau jika sedang suasana santai maka orang cenderung ingin mendengarkan lagu yang slow sesuai dengan suasananya yang santai. Mengapa demikian?
Mengapa kebanyakan dari kita cenderung ingin mendengarkan lagu sesuai dengan suasana yang kita rasakan?
kita sebagai pecinta musik sudah banyak sekali mendengarkan musik sejak kita lahir di dunia baik dengan sengaja atau tidak. Sehingga secara langsung kita mendapatkan pengaruh dari mendengarkan musik entah positif atau negatif. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas tadi adalah bahwa karena seringnya kita mendengarkan musik sehingga menimbulkan kecenderungan bahwa musik telah menjadi salah satu faktor pengisi suasana sekitar yang mempengaruhi mood kita. Sehingga bagi kita para pecinta musik cenderung ingin menyesuaikan suasana hati kita dan kondisi sekitar. Dengan demikian terjadi harmoni antara kondisi sekitar yang cenderung tergantung kegiatan yang sedang berjalan dan suasana hati seseorang yang sedang dirasakan yang tergantung pada sesuatu yang sedang dipikirkan.
Harmoni tersebut merupakan hal  yang baik bagi kehidupan sehari-hari kita. Harmoni tersebut juga menandakan bahwa sedang atau telah terjadi peristiwa meskipun sederhana namun telah tersedia faktor untuk dapat mengekspresikan diri. Karena dengan mengekspresikan diri pula kita dapat merasakan sesuatu yang luar biasa dan berpengaruh positif pada kegiatan dalam keseharian kita tergantung bagaimana kita mebgespresikan diri dalam mendengarkan musik.
Tak disangka bahwa kegiatan sederhana seperti mendengarkan musik namun memiliki makna yang sangat berarti. Itulah mengapa bagi para pecinta terutama pendengar setia musik yang menikmati alunan musik yang didengarkan setiap saat cukup bergantung pada ketersedian suara-suara yang tersusun dalam notasi tertentu yang membentuk suatu harmoni, itulah musik.

Rabu, 18 Mei 2011

Buat diri sendiri bercerita....

Salam blogger seluruh Indonesia.....
dah lama banget nggak ngeblog, meski blog saya nggak laku namun tetep semangat nulis... hehehe.
ngeblog pernah menjadi keinginan yang kuat, namun tidak didukung sarana dan prasarana yang baik maka hal itu akan menjadi sia-sia.
maka kali ini saya posting tentang tulisan yang saya anggap tidak akan ada orang yang akan membacanya karena alamat blog sayapun tidak saya publikasikan. 

Dimulai dari cerita kehidupan saya.... Sejak saya kecil saya memiliki kehidupan yang boleh dibilang biasa-biasa saja, sebagai seorang bayi kata orang saya sangat lucu dan menggemaskan. Mendengar kata-kata itu saya sering jadi besar kepala, sering saya berpikiran bahwa saya menjadi perhatian banyak orang di lingkungan tempat tinggal saya. Namun cerita yang kelihatannya membahagiakan terusik oleh kondisi sulit yang tidak diinginkan dengan berpisahnya kedua ortu saya dan saya hidup bersama ibu saya hingga saat ini.
Tumbuh kembang kehidupan yang saya alami cukup baik di masa kecil hingga remaja. Saya sekolah di di dekat lingkungan saya dekat dengan rumah. Dan saya rasa Hal tersebut membuat jiwa petualangan saya sangat kurang. Sebagai anak rumahan yang sering main di kampung-kampung dan menonton Tv sebagai jalan hidup masa kecil pada saat itu saya tidak terlalu ambil pusing mengenai masa depan. Cita-cita saja sering berubah-ubah. Namun yang sering saya ambil positif dari kehidupan masa kecil saya adalah bahwa saya selalu takut untuk meninggalkan sholat lima waktu, untuk itu saya dengan giat menjalankan perintah yang maha kuasa yang satu itu. Dan banyak hal mengenai agama yang merasuk tulang sumsum dan menjadi pondasi saya untuk menjalani hidup sepenuhnya. Kenapa saya bilang hidup sepenuhnya? itulah saya bahwa bagaimanapun kesulitan dan ketidak nyamanan yang saya rasakan saya ingin tetap hidup sepenuhnya dalam arti bahwa saya hidup dengan sisa-sisa harapan yang mungkin berkembang menjadi kisah indah seperti dalam cerita bahwa dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan. bersambung....(berikutnya tentang harapan-harapan saya.)